Mahasiswa Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di dapuk menjadi Sekretaris Jenderal ISMAFARSI Periode 2020-2022

 Tak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berorganisasi. Adalah Damas Raja Alvinnu Fajri, mahasiswa Farmasi 2018 yang baru saja dilantik menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjend) Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) periode 2020-2022. Selaku penerima beasiswa prestasi, laki-laki kelahiran Rembang ini juga aktif dalam berbagai organisasi yakni menjadi ketua orda HIMARAMA, ketua angkatan Farmasi 2018, pengurus HMJ Farmasi Habbatussauda dan Staff Ahli SEMA FKIK 2020.


 “Menjadi mahasiswa adalah suatu anugerah dari tuhan yang perlu kita syukuri bersama. Bentuk syukur itu harus kita seimbangkan dengan segala bentuk usaha. Secara historis juga telah membuktikan bahwa Mahasiswa sebagai suatu kaum intelektual dan terpelajar telah banyak berperan dalam perubahan dan kemajuan bangsa ini, mahasiswa bukan hanya dituntut untuk bisa menguasai perihal akademik, tapi juga dituntut untuk bisa mengimplementasikan ilmunya pada masyarakat. Mahasiswa harus bisa berperan bagi bangsa dan negara ini sebagai stabilitator dan agent of change,” ungkapnya. Damas yakin bahwa suatu perubahan besar linier dengan adanya kekuatan yang besar. Apalagi ketika kita bisa mengkritisi tapi hanya untuk konsumsi pribadi, maka akan menjadi percuma.

Dewasa ini, apoteker di Indonesia masih sangat terbatas, terlebih ketika masih adanya apoteker yang dibebastugaskan tanpa alasan yang jelas, pelemahan pelayanan kefarmasian dalam dunia klinis farmasi oleh pemerintah, serta evaluasi pendidikan kefarmasian. Dan bagaimana nasib penjaminan produk kefarmasian?

Menurut Damas, melalui organisasi ISMAFARSI, kita bisa menghimpun kekuatan bersama untuk memberikan kontribusi perjuangan dan pengabdian membawa peradaban kefarmasian menjadi lebih baik. Hal ini guna menjamin adanya suatu keselamatan rakyat Indonesia sesuai dengan UUD 1945 pasal 28C.

“Adanya RUUF dan juga RUU WASPOM perlu kita perjuangkan bersama, sebagai suatu pelindung hukum yang kuat dan sah mengatur terkait dunia kefarmasian beserta produknya. Hal ini menjadi kepentingan bersama, karena optimalisasi dunia kefarmasian tentu akan kembali kepada kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dibalik semua kegigihannya, Damas mempunyai motivasi yang kuat yakni ingin menjadi manusia yang bermanfaat, karena untuk bisa hidup sampai detik ini juga karena bantuan dan pertolongan dari individu yang lain. 

“Saya bersyukur memiliki keluarga yang terus mengirimkan doa, teman-teman yang selalu setia menerima segala cerita saya, teman-teman yang selalu dengan ikhlas membantu saya untuk bisa memahami substansi-substansi perkuliahan, dan memiliki banyak senior serta kakak tingkat yang selalu memberi saran dan pandangan. Itulah yang menjadi kekuatan terbesar saya saat ini,” ungkapnya.

(Atiqoh, Tim Media dan Publikasi HMPSF Habbatussauda' periode 2020) 

Komentar

What's Popular?