Mendalami Penelitian Departemen Biomedik dan Farmasi Klinis yang Insightful
Narasumber: apt. Hj. Alifia Putri Febrianti, S.Farm., M.Farm. Klin
Gambaran umum
1.
Biomedik
Bidang ini sangatlah
beragam, dapat bersinggungan dengan bahan alam. Dalam bahan alam dapat dimulai
dari penggunaan bahan alam untuk aktivitas tertentu, lalu meneliti bagaimana aktifitas
di dalam sel tumbuhan tersebut. Pemeriksaan dalam bidang biomedik dilakukan secara
seluler, dan menggunakan instrumen khusus yang digunakan, umumnya di Farmasi
UIN Malang meminjam laboratorium prodi kedokteran. Penelitian mikrobiologi ini,
dapat memakai mikroba dan jamur.
Dengan gambaran uji
aktivitas sebuh tanaman sebagai anti jamur. Nantinya akan diamati jika jamur diberikan fraksi atau isolat
akan seperti apa. Jika untuk anti mikroba dengan contoh tuberkulosis merupakan
penyakit yang sudah Multi-Drug Resistant, maka dari itu bagaimana
alternatifnya. Penggunaan bahan alam bukan dikarenakan minim efek samping,
tetapi untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan juga menurunkan resistensi. Lalu
untuk penyakit tuberkulosis dicoba dengan mengggunakan mikroba yang telah
resisten terhadap obat-obat tuberkulosis, mikroba yang resisten biasanya mereka
berhasil membuat biofilm atau pertahanan lagi, maka untuk mencegah terjadinya
resistensi harus mencari aktivitas tanaman atau kombinasi obat tertentu yang dapat
menembus biofilm dari mikroba.
Mikrobiologi dibagi
menjadi dua, mikrobiologi klinis dan tidak klinis. Untuk tahapan terdapat dua
juga, yaitu secara invitro (diluar tubuh), tetapi jika klinis kita menggunakan
untuk penyakit gangren pada pengidab diabetik, langsung sampel mengambil dari
luka pasien.
Terdapat bagian
farmakologi juga, terbagi menjadi dua, in vitro dan in vivo. Sebelum memasuki tahapan in vivo harus melalui
in vitro dulu, dengan contoh akan menguji dulu fraksi ke sel kanker dan
lain-lain, biasanya melakukan pengujian ke Universitas Gajah Mada, selanjutnya
secara in vivo menggunakan uji binatang coba mencit, dan mencit harus dibuat
dalam kondisi kanker dahulu.
2.
Klinis
Bidang klinis ini
merupakan ilmu terapan yang pengujiannya sudah di tahap uji di manusia. Klinis
ini bukan berdasarkan lokasi, tetapi bisa di apotek, rumah sakit, klinik, juga
puskesmas. Untuk kegiatan yang dilakukan dapat dilihat dalam standar pelayanan
kefarmasian. Dari hal tersebut
terlihat perbedaan antara lokasi satu dengan yang lainnya.
Beberapa penelitian
yang dapat dilakukan dalam rumah sakit:
a. Pengkajian
dan pelayanan resep, screening resep dalam aspek farmasetik.
b. Pelayanan
informasi obat, bagaimana cara menganalisis pengaruh pemberian PIO yang efetif
terkait kepatuhan.
c. Konseling,
pembahasan dapat mengenai faktor-faktor yang memengaruhi konseling. Sebelum
meneliti harus mengetahui kebenarannya dan teorinya terlebih dahulu.
d. Visit,
melihat bagaimana sistem visit dalam rawat inap rumah sakit, apakah dilakukakan
kolaborasi atau sendiri-sendiri.
e. PTO
(Pemantauan Terapi Obat), untuk melihat efektifitas terapi obat yang diberikan dan
melihat efek samping. Penelitian ini bersifat maju, karena berupa pemantauan
obat.
f.
Evaluasi penggunaan obat,
terdapat dua jenis. Pertama adalah
melihat minimal efek samping dan meningkatkan efek terapi. Apakah sudah sesuai
dengan aturan pakai juga salah satu topik yang dapat diangkat.
g. Home
pharmacy care, pelayanan farmasi berkunjung ke
rumah. Secara teori ada, tetapi di lingkup puskesmas secara praktik belum ada,
karena melihat banyak pertimbangan. Penelitian dapat berupa kualitatif dan kuantitatif,
untuk mendapatkan informasi dapat wawancara bersama apoteker di dalam puskesmas.
h. Monitroring
efek samping obat, menganalisis menggunakan metode algoritme, hingga tahapan
melaporkan.
i. Rekonsiliasi
obat, memastikan penggunaan obat yang digunakan sebelum mereka di rawat dalam
rumah sakit.
Didalam puskesmas
juga terdapat beberapa aspek yang bisa dijadikan bahan penelitian:
a.
Dispensing
sediaan steril, terdapat dua bentuk, yaitu sediaan sitostatika dan sediaan
steril yang harus dibuat dengan mengemas ulang. Untuk dispensing sediaan steril
perlakuan sama dengan CPOB.
b.
Penanganan
radioterapi
c.
PKOD
(Pemantauan Kadar Obat dalam Darah), terdapat terapeutic drug monitoring,
melihat kadarnya apakah sudah masuk toksik atau masih dalam ambang normmal dan
aman.
Pembagian topik penelitian dosen
Beberapa dosen memiliki lingkup penelitian yang berbeda,
sesuai penelitian yang dilakukan pada saat itu, beberapa pembagian pada tahun
sebelumnya seperti dibawah ini
Bu Alifia: Geriatri
Pak Sadli: Hipertensi dan Diabetes Melitus
Pak Alief: Alat kesehatan dan sains biomedik
Jika ingin melihat topik dosen dapat lihat dari skripsi kakak
tingkat.
Tahapan penelitian
1.
Metode
penelitian, output berupa miniproposal, saat mata kuliah metodologi penelitian
harus memiliki gambaran, minat, dan dosen pembimbing. Khusus bu fifi, pengajuan
dosen pembimbing, menghubungi dosen atas kesediannya, memberikan nilai
farmakoterapi. Untuk dosen lainnya memiliki sistematika yang berbeda.
2.
Harus
bersiap untuk seminar proposal kapan saja
3.
Bimbingan
skirpsi akan lebih baik jika bersama pembimbing 1 dan pembimbing 2 bersamaan. Terkecuali jika beliau tidak
bersedia atau terdapat suatu halangan.
Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan bergantung pada bidang
yang akan diambil. Jika mengambil biomedik sains maka akan menggunakan
laboratorium basah dan penelitian berbetuk eksperimental karena menggunakan
perlakuan. Jika klinis maka penelitian dapat berupa ekisperimental maupun
observatif
Topik Penelitian
Umumnya tiap tahun topik penelitian akan berbeda, untuk
tahun ini penelitian yang diangkat adalah mengenai interaksi, antikolinergik
burden, dan hambatan pengobatan cardiometabolic disease.
Kekurangan
Instrumen dan laboratorium belum memadai.
Kelebihan
Dalam farmasi klinis manusia akan selalu berkembang
deengan cepat, begitu juga dengan mikroba, sehingga penelitian selalu bersifat
terbaru. Dalam melakukan penelitian sangat perlu untuk memahami karakter
pembimbing, sehingga dalam farmasi klinis skill komunikasi akan diasah, karena
nantinya dapat langsung berinteraksi dengan teman, dosen, bahkan pihak
eksternal.
Skripsi
yang Baik
Skripsi yang baik adalah yang visible untuk dilakukan, jika sempurna tetapi tidak bisa dilakukan maka sia-sia. Juga skripsi yang baik adalah terdapat kebaruan, jangan meneliti dengan mengulang hal yang sama. Selain itu, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, sebenarnya selesai itu bukan sebuah pencapaian, tetapi itu adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan.
Penulis: Deliya Shafa Oktantia
Hidup Mahasiswa✊


Komentar
Posting Komentar